Wednesday, February 21, 2018

Anies Baswedan Dilarang Dampingi Presiden Jokowi Serahkan Tropi ke Persija, Ada Apa?


Menurut saya, pelarangan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk ikut serta bersama Presiden Jokowi untuk penyerahan Piala Presiden kepada Klub Persija yang keluar sebagai juara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (17/2/2018), bukan sekedar kelalaian panitia.

Terlepas dari alasan pemerintah itu bukan acara kenegaraan. Sehingga, tidak perlu mengikuti UU Protokoler. Pertanyaan saya, ada banyak pejabat negara yang ikut turun di situ, seperti Pak Wiranto, Pak Pramono Anung, Pak Menpora, Pak Menteri PU dan pejabat lainnya. Sangat tidak elok jika Gubernur DKI sebagai tuan rumah tidak diikutkan dalam acara itu.

Kemudian, ada yang janggal, kealpaan menyebut nama Pak Anies ini bukan hanya saat menjelang penyerahan piala saja. Namun, sejak pidato atau sambutan sebelum acara juga tidak ada penyebutan nama Gubernur DKI itu. Nah, ini cukup aneh menurut saya dan bukan sekedar kealpaan panitia.





Lalu, jika kita ikuti logika pemerintah, taruhlah oke dia sebagai Gubernur DKI tidak berhak, Pak Anies tetap berhak turun setidaknya sebagai Manajer Tertinggi Persija, klub yang keluar sebagai juara. Ironisnya, logika pemerintah Gubernur tuan rumah tidak harus ikut itu juga gugur dengan video yang viral perbandingan dengan final-final sebelumnya, Gubernur tuan rumah selalu hadir.

Pakar Komunikasi Politik Efendi Ghazali yang saat itu juga hadir di Royal Box bersama Presiden Jokowi dengan Pak Anies. Sebenarnya, Pak Jokowi dan Pak Anies terlihat sangat akrab selama pertandingan berlangsung. Bahkan Pak Jokowi dua kali menyalami Pak Anies, memberikan ucapan selamat saat Persija mencetak gol.




Nah, menurut saya, kondisi ini sebenarnya sudah pas jika bersambung dengan diajaknya Pak Anies mendampingi Pak Jokowi menyerahkan tropi untuk Persija. Ibarat tangga, step stepnya sudah aman, namun di pijakan terakhir kayunya jebol. Kalau benar sesuai pengakuan Ketua Sterring Comitte (SC) atau Panitia Pelaksana Pertandingan Maruarar Sirait itu kesalahan mereka.

Apa daya? Akibat kesalahan Pak Sirait ini, akhirnya seolah-olah ditarik-tarik ke politik dan yang rugi Pak Jokowi. Bahkan di kalangan pendukung Pak Jokowi pun tidak sepakat dengan tindakan Pak Sirait ini. Salah satunya, Sekjen PDIP Pak Hasto yang terang-terangan tidak setuju dengan tidak diajaknya Pak Anies turun memberikan tropi kepada Persija. Jadi menurut saya, jangan kebangetenlah Mas, ini sepak bola, sudah jamak disuarakan, jangan campuradukkan sepak bola dengan politik.




Akhirnya isu ini menjadi bola liar meski sudah coba diredam dengan pengakuan dari panitia bahwa mereka salah. Ditambah lagi, reaksi Pak Anies yang seolah tidak kecewa dengan pelarangan ikut dalam penyerahan tropi itu. Pak Anies hanya bilang tidak jadi soal dia dimana, yang penting Persija menang.

Hal itu juga diungkap Pak Efendi Ghazali yang mengungkap saat itu Pak Anies hanya kaget sebentar. Kemudian bilang, awalnya diminta ikut tapi kemudian dilarang dan itu disampaikan dengan tertawa dan tanpa ada ekspresi kekecewaan. Kemudian mereka berdua menunggu prosesi Presiden Jokowi selesai seremonial memberikan tropi, lalu turun memberikan selamat ke Persija.

Satu hal yang tidak bisa dihindari, seluruh tribun penonton meneriakkan Anies-Sandy. Kemudian, seluruh pemain dan ofisial pun juga menjadi sangat terharu. Simpati juga tidak hanya dituai di lapangan namun sampai keluar lapangan dan masih terasa hingga saya menuliskan opini ini.



*) Tombol share via akun medsos kamu, ada di bagian paling bawah tulisan ini.


=o=o=0=o=o=

Banning Anies Baswedan Attends the President Jokowi Submit the Trophy to Persija FC, What's Up?

In my opinion, the prohibition of Jakarta Governor Anies Baswedan to participate with President Jokowi for the handover of the President Cup to Club Persija who came out as champion at the Bung Karno Main Stadium (GBK), Saturday (17/2/2018), not just the omission of the committee.

Regardless of the reason the government was not a state event. Thus, there is no need to follow the Protocol Act. My question is, there are many state officials who come down there, such as Mr. Wiranto, Mr. Pramono Anung, Mr. Menpora, Minister of Public Works and other officials. Very unfeasible if the Governor of DKI as the host is not included in the event.

Then, there is an awkward, forgetfulness to mention the name of Mr. Anies is not only just before the delivery of trophies only. However, since the speech or greeting before the event also there is no mention of the name of the Governor of DKI. Well, this is quite strange to me and not just the omission of the committee.

Then, if we follow the logic of the government, put it okay as the Governor of DKI is not entitled, Mr. Anies remains entitled to go down at least as the Supreme Manager of Persija, the club that came out as the champions. Ironically, the logic of the governor's governing host does not have to go on that also fall with a viral video comparison with the previous finals, the host Governor is always present.

Political Communication Expert Efendi Ghazali who was also present at the Royal Box with President Jokowi with Mr. Anies. Actually, Mr. Jokowi and Mr. Anies look very familiar during the game. Even Mr. Jokowi twice greeted Mr. Anies, giving congratulations when Persija scored.

Well, in my opinion, this condition is actually fitting if continued with the invited Mr. Anies accompanied Pak Jokowi submit tropi for Persija. Like a ladder, step step is safe, but on the last footing of the wood broke. If true according to the Chairman of Sterring Comitte (SC) Maruarar Sirait, it was their fault.

What can I say? As a result of Sirait's mistake, finally seemed to be drawn to politics and the loss Pak Jokowi. Even among supporters Pak Jokowi did not agree with the action of Sirait this. One of them, Secretary General of PDIP Mr. Hasto who openly disagree with not invited Mr. Anies down giving trophies to Persija. So in my opinion, do not kebangetenlah Mas, this football, do not mix soccer with politics.

Finally this issue became a wild ball despite trying to muffle with the recognition of the committee that they are wrong. In addition, Mr. Anies's reaction, which was not disillusioned with the ban in the tropical handover. Mr. Anies just said it does not matter where he is, which is important Persija win.

It was also revealed Pak Efendi Ghazali who revealed at that Pak Anies just surprised for a moment. Then said, initially asked to come but then banned and it was delivered with a laugh and without any expression of disappointment. Then they both wait for the procession of President Jokowi finished ceremonial give trophy, then go down congratulate to Persija.

One thing that can not be avoided, the whole stands shouted Anies-Sandy. Then, all players and officials also became very moved. Sympathy is also not only harvested in the field but until the exit field and still felt until I write this opinion.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon

Popular Post