Wednesday, November 11, 2015

Pencabutan Subsidi Harus Dikaji Ulang, Banyak Warga Miskin Pakai Listrik 900VA

Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi listrik bagi pelanggan 900VA dipastikan bakal menambah beban hidup semakin berat. Jika pemerintah beranggapan bahwa pelanggan listrik 900VA itu tidak layak mendapatkan subsidi, sudah dianggap sejahtera, nampaknya pemerintah harus melihat faktanya di daerah.

Sebab, pengamatan saya sejak 2011 semua pelanggan baru termasuk perumahan subsidi type 36 bagi warga menengah ke bawah juga listriknya 900VA. Menurut PLN, listrik 450VA memang sudah tidak ada lagi, jadi mau tidak mau harus 900VA. Nah, jika sudah seperti ini, berarti warga menengah ke bawah di seluruh Indonesia banyak yang memakai listrik 900VA.

Jika kebijakan ini nekad diterapkan, sudah barang tentu kehidupan masyarakat terutama yang usahanya tergantung pada pasokan listrik PLN bakal terganggu. Jenis usaha semacam ini lumayan banyak mulai jasa pengetikan, rental komputer, fotocopy, warnet, laundry, pembuat kue dan usaha-usaha lainnya.


Listrik bakal sangat berpengaruh pada usaha mereka. Pasalnya, listrik masuk komponen produksi utama. Jika sudah seperti ini, tentu bakal berpengaruh pada produksi. Ambil contoh sederhana, jika awalnya seorang pengusaha laundry masih bisa menerapkan tarif Rp5 ribu per kilogram, mungkin dia harus naikkan ke Rp7-8 ribu per kilogram.

Akibatnya, pelanggannya bisa lari. Jika pelanggannya mahasiswa atau pelajar, mungkin mereka bakal rela bersusah payah mencuci sendiri di kos, atau urunan dengan temannya membeli mesin cuci. Penghasilan si pengusaha laundry pasti menurun. Sekali lagi, kita bahas pengusaha kecil bukan franchise laundry.


ilustrasi/dirtylaundry(dot)biz

Kemudian pembuat kue, mesin ovennya yang memakai listrik mungkin bisa diakali pakai arang. Namun untuk daerah-daerah tertentu sangat tidak mungkin karena lebih susah menemukan arang dan mungkin cost produksi justru lebih mahal kalau dipaksakan.

Satu-satunya jalan, tetap memakai oven listrik tapi harga dinaikkan. Dampaknya sama, pembeli tentu akan berkurang, bisa jadi tidak membeli samasekali. Pembeli akan cari barang substitusi untuk memenuhi keinginannya makan roti. Bisa saja terjadi.

Sehingga, alangkah bijaknya, kalau pemerintah menimbang ulang. Toh, kalau pun harus naik ya jangan sekonyong-konyong, sak dek sak nyet, harus ada tahapannya. Banyak pelaku usaha kecil mikro menengah (UMKM) yang sangat tergantung pada pasokan PLN 900VA. 

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.