Wednesday, November 18, 2015

Menunggu Babak Akhir Sinetron Freeport

Saya memakai istilah itu menirukan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli saat ditanya wartawan soal Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang melaporkan seorang anggota DPR ke Majelis Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat (MKD). Anggota dewan yang diduga menjanjikan kelancaran proses perpanjangan operasi PT Freeport Indonesia dengan imbalan saham belakangan diakui oleh Sudirman Said tidak lain Ketua DPR RI Setya Novanto. 



Sebenarnya, ontran-ontran ini sudah dimulai sejak Rizal Ramli menilai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said keblinger karena tidak mengikuti aturan pemerintah terkait dengan perpanjangan kontrak dengan PT Freeport Indonesia. Kritik pedas itu pun dijawab oleh Sudirman Said.


Sudirman Said menepis kepretan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang menyebutnya keblinger lantaran ingin mempercepat perpanjangan kontrak Freeport. Sudirman membantah hal tersebut. Menurut Sudirman, justru orang yang menuduhnya kebelingerlah yang salah paham lantaran bicara tanpa fakta, bahkan cenderung merusak situsi yang terjalin antara pemerintah dan Freeport.

Nah, waktu terjadi saling lempar bola panas itu. Posisi Sudirman Said seolah di-kuyo kuyo dengan label keblinger. Namun kemudian sinetron Freeport ini ternyata tidak berhenti sampai di situ dan berseri hingga sekarang. Menurut saya, saat kita sibuk seperti ini, ada satu hal yang dilupakan. Lha terus Freeport e kui piye?

Saya berharap, semua polemik remuk-remukan dan saling menghancurkan di media tidak berlangsung panjang lebar. Pasalnya, ada hal yang lebih penting yang harus kita rumuskan. Yakni, bagaimana sikap kita, bangsa Indonesia terhadap Freeport? Sebab selama ini, sudah menjadi rahasia umum kalau kontrak dengan Freeport itu tidak menguntungkan.

Emas itu ada di tanah Indonesia, seharusnya sebagai bangsa yang merdeka, kita mendapatkan keuntungan lebih. Kalau tanah kita punya kebun jeruk dan pemetik jeruknya yang mendapatkan hasil lebih banyak. Itu yang namanya 'keblinger'. Ngunu lho Cak! Kalau udur-uduran, tawuran silahkan tapi ingat, dengan seperti itu bukan berarti masalah Freeport bakal dapat solusi.

Penonton yang bijak adalah yang berkomentar setelah pertandingan usai eh setelah sinetron usai......


0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.