Thursday, October 17, 2013

Prospek Cerah Bisnis Pengelolaan Sampah

Bisnis pengelolaan dan pengolahan sampah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) punya prospek cerah di masa depan. Pasalnya, banyak pengusaha yang sukses dengan bisnis serupa di daerah lain. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar Agus Yuwono kepada Gudang Tutorial di ruang kerjanya, Senin (12/8). "Bisnis pengelolaan sampah itu tidak ada ruginya asal punya market (pasar) yang jelas untuk menjual hasil olahannya. Sebab disini bahan baku tidak membeli."

Ia melanjutkan investor yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sudah banyak yang berhasil terutama di kota-kota besar di Jawa. Bagi Pemkab Kobar, keberadaan pihak lain yang mau mengelola sampah sangat diharapkan. Hal itu diyakini tidak akan mengganggu kinerja Bank Sampah. Bahkan sebaliknya, bisa saling mendukung.

Pemkab Kobar, lanjut dian tidak terlalu mengharapkan bagi hasil berupa uang. Namun adanya pengelolaan sampah yang baik, bisa mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Kita tidak menekan masalah bagi hasil berupa uang. Dengan adany pengelolaan sampah saja, sudah bisa membantu agar TPA kita tidak cepat penuh."

Menurut Agus, peluang bisnis pengelolaan sampah di tingkat lokal cukup bagus. Para pengepul skala kecil dan menengah di Kobar secara rutin masih mengirimkan sampah plastik ke Pulau Jawa. Padahal ongkos angkutnya cukup besar. Sedangkan untuk sampah organik, saat ini kompos untuk taman masih didatangkan dari Jawa. Padahal kompos seperti itu bisa diusahakan di Kobar. "Para pengepul masih terus mengirim (sampah plastik) ke Jawa, padahal ongkos fuso dan kapalnya sekitar Rp12 juta. Kalau hal itu mereka lakukan dengan rutin berarti masih menguntungkan."

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Hasyim Muallim mengatakan potensi bahan baku sampah yang bisa dikelola sangat besar. Pasalnya, setiap hari truk pengangkut sampah bisa mengumpulkan 120 rit untuk wilayah perkotaan saja. "Setiap hari sampah di kota saja mencapai 120 truk. Potensi bahan baku tidak akan kekurangan."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.