Thursday, April 4, 2013

Antrean Pelangsir Bisa Perburuk Citra Daerah

ANTREAN panjang pelangsir yang menyesaki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dekat bandara bisa memperburuk citra daerah. Pasalnya, bandara merupakan jalur lalu lintas utama yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan pihak luar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Operasi Lanud Iskandar Kapten POM Budi Utomo dalam rapat lintas sektor dalam penanganan masalah pelangsir di ruang rapat wakil bupati, Jumat (15/3). "Arus lalu lintas menuju bandara itu harus lancar sebab bandara merupakan wajah daerah."

Ia melanjutkan setiap investor yang datang ke Kobar disuguhi pemandangan kemacetan lalu lintas akibat antrean BBM. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, kondisi ini bisa memicu investor berpikir negatif. Sehingga antrean ini sedikit banyak berpengaruh pada wajah Kobar di mata orang luar.

Akses menuju bandara, lanjut dia, memang harus dipastikan lancar. Sebab jalan tersebut juga berfungsi sebagai jalur emergency apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Jalur bandara harus lancar. Oleh karena itu, kami menempatkan petugas kami disana."

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Kobar Komisaris Ganda M Saragih, kemacetan akibat antrean BBM ini harus segera diatasi. Saat ini, masyarakat Kobar mempunyai tiga masalah akibat maraknya pelangsir. Yakni, kesulitan mendapatkan BBM dengan harga subsidi, kemacetan arus lalu lintas (crowded) dan marak pelanggaran hukum dengan menjual BBM di kios-kios. "Sekarang ini banyak pertamini-pertamini yang menjual BBM, ini harus dihentikan."

Wakil Bupati Kobar Bambang Purwanto mengungkapkan pengelola SPBU harus mendahulukan masyarakat umum ketimbang pelangsir. Salah satu opsi yang bisa diambil dengan memberikan alokasi waktu khusus bagi pelangsir di malam hari. "Pemkab Kobar akan menertibkan kios-kios pengecer terutama dari sisi perizinan dan Harga Eceran Tertinggi (HET)."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.