Tuesday, January 8, 2013

Fogging Masal Lebih Efektif dengan ULV

FOGGING masal merupakan salah satu langkah yang diambil Dinkes Kobar dalam rangka penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD). Berbeda dengan biasanya, fogging kali ini tidak menggunakan swing fog yang mengeluarkan banyak asap. Petugas menggunakan Ultra Low Volume (ULV).

"Alat ini jauh lebih efektif daripada swig fog meskipun kelihatannya asapnya sedikit,"kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Kobar Syamsudin kepada sejumlah wartawan seusai kegiatan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Madurejo RT 05, Jumat (4/1).
 
 
ULV--Seorang petugas bersiap menyalakan Ultra Light Volume (ULV). Alat ini jauh lebih efektif  untuk fogging daripada alat swing fog.

Ia melanjutkan ULV menyemprotkan zat kimia murni yang didominasi malathion yang dicampur dengan minyak tanah. Zat ini dikeluarkan dalam bentuk kabut yang akan teruari dan menyebar di udara. Setelah mengalami kondensasi dengan embun dan partikel udara, zat ini akan efektif membunuh nyamuk dewasa selama 3 x 24 jam.

Fogging menggunakan ULV, lanjut dia, dijamin lebih efektif dan aman bagi masyarakat. Jika fogging menggunakan swig fog pintu dan jendela harus ditutup, tapi sebaliknya ULV harus dibuka. Meski begitu, lanjut dia, bagi petugas harus menggunakan masker pelindung. Masyarakat juga tidak diperbolehkan menghirup secara langsung.

Samsudin menegaskan penanganan menggunakan ULV akan percuma apabila tidak diimbangi dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Masyarakat harus melaksanakan gerakan PSN secara periodik untuk menekan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. "PSN merupakan tindakan paling efektif dalam penanganan DBD, intinya mencegah jentik menetas menjadi nyamuk."

Ditemui di tempat yang sama, Heni seorang warga mengaku sempat khawatir dengan bau dari zat yang disemprotkan ULV. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, ia merasa lega. "Awalnya takut juga khan baunya itu kuat sekali, tapi ternyata alhamdulillah aman."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.