Wednesday, November 21, 2012

Warga Keraya Keluhkan Listrik Padam 30 Jam

WARGA Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan durasi pemadaman listrik yang melebihi jadwal resmi yang diumumkan PLN. Pasalnya, listrik di daerah mereka padam tiga hari berturut-turut sejak Jumat (15/11) sampai dengan Minggu (17/11). Ditambah lagi, pada dua hari terakhir terjadi secara maraton selama 30 jam sejak Sabtu (16/11) Pukul 09.00 WIB sampai Minggu (17/11) Pukul 16.30 WIB.

"Kalau menurut jadwal kan bergilir, tapi ini tidak setiap hari padam bahkan yang dua hari lama sekali,"kata Nurhidayati, seorang warga kepada sejumlah wartawan, Senin (19/11). Ia melanjutkan pemadaman yang cukup lama ini sangat mengganggu kehidupan warga. Pekerjaan yang biasa dilakukan dengan menggunakan aliran listrik seperti mencuci, menanak nasi dan memompa air ke bak mandi harus dilakukan secara manual.

Selain itu, lanjut dia, penyimpanan ikan segar sangat tergantung dengan mesin pendingin. Durasi pemadaman sampai puluhan jam membuat ikan yang disimpan banyak busuk dan tidak bisa lagi dikonsumsi. Harapannya, PLN jangan mementingkan daerah perkotaan dan memadamkan daerah pinggiran seperti desanya. "Jangan sampai karena kita daerah pinggiran lalu dikalahkan karena mementingkan listrik di kota."

Ditemui terpisah, Kepala PLN Rayon Pangkalan Bun Matenu mengungkapkan pekerjaan perbaikan di PLTU Kumai yang dikelola PT Eksplorasi Energi Indonesia (EEI) tidak berjalan mulus sesuai rencana. Setelah mesin selesai diperbaiki, air laut surut sehingga mesin tidak bisa dinyalakan. Sebab ketersediaan air merupakan faktor penting untuk memproduksi uap yang menjalankan turbin. "Ya semua pekerjaan memang kadang tidak sesuai rencana, pada saat akan menyalakan unit, air laut surut."

Ditemui di tempat yang sama, Supervisor Teknik PLN Rayon Pangkalan Bun Suprapto, kasus di Desa Keraya memang berbeda dengan daerah lainnya. Selain pemadaman karena perbaikan PLTU Kumai, gardu trafo di desa tersebut mengalami kerusakan karena disambar petir. "Kabelnya sampai pecah-pecah jadi harus dimatikan untuk perbaikan."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.