Friday, October 12, 2012

Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu Tempe Kelimpungan

HARGA kedelai kembali naik. Kali ini melambung cukup tinggi yakni Rp8200 per kilo dari harga sebelumnya Rp7600 per kilo. Meski begitu, pengrajin tahu dan tempe di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masih mencoba bertahan untuk tidak menaikkan harga dua komoditas hasil olahan dari kedelai tersebut.

"Kami mau menaikkan harga sulit sekali karena pembeli kita itu bukan konsumen langsung,"kata Syariah, pemilik pabrik tahu tempe terbesar di Pangkalan Bun yang ditemui Gudang Tutorial di kediamannya, Kamis (11/10).

Ia melanjutkan kenaikan harga akan beresiko karena bisa menyebabkan ratusan pelanggan berhenti membeli produknya. Pelanggan didominasi penjual gorengan, pedagang sayur dan pengecer tahu tempe. Sehingga kelangsungan produksi pabriknya sangat bergantung pada pelanggan seperti itu. Pasalnya, mereka bisa dipastikan membeli tahu tempe setiap harinya.

Menurut Syariah, saat ini proses produksi tetap stabil. Setiap hari, pabrik memproduksi 1,5 ton kedelai untuk diolah menjadi tahu dan tempe. Harga yang dipatok tetap sama yakni Rp700 per bungkus untuk tempe dan Rp360 per biji tahu. Proses penjualan juga lancar dengan keuntungan bersih pada kisaran Rp1 juta per hari. Meski begitu, ia mengaku terjadi penurunan keuntungan dibanding bulan lalu. Saat harga bahan baku kedelai masih pada kisaran Rp6000 per kilo. "Sekarang dari segi keuntungan menurun lumayan banyak sekitar 30 persen."

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Muhammad Yadi mengatakan sulit untuk mengarahkan petani membudidayakan komoditas kedelai. Pasalnya, harga jual kedelai terlampau rendah. Harga kedelai lokal hanya berkisar Rp4 ribu per kilogram. Harga ini tidak sebanding dengan komoditas pertanian lainnya seperti padi dan jagung. "pengembangan komoditas kedelai tidak bisa dilakukan secara parsial. Hal ini harus didukung kebijakan pusat yakni dengan pemberian insentif kepada petani kedelai. Selain itu, impor kedelai harus dikurangi secara berkala."

Hal senada disampaikan Kepala kantor penyuluhan pertanian dan ketahanan pangan (KPPKP) Abet Nego, penyuluh akan kesulitan untuk menyarankan petani menanam kedelai apabila tidak didukung dengan kebijakan pusat. Sebab harga kedelai terhitung paling rendah dibandingkan komoditas pertanian yang lain. "Menyarankan petani menanam kedelai merupakan beban bagi penyuluh. Kedelai itu termasuk komoditas yang harganya paling murah dibanding yang lain."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.