Tuesday, October 2, 2012

Habitat Orangutan Semakin Menyusut

HABITAT Orangutan (Pongo pygmaeus) di luar kawasan konservasi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus terdesak. Pasalnya, habitat orangutan semakin banyak yang berubah fungsi. Salah satu indikasi terus terdesaknya orangutan di habitat alaminya adalah masuknya orangutan ke pemukiman warga, seperti yang terjadi di wilayah Mas Sorei, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (20/9) lalu.

"Kawasan hutan semakin menympit dan tidak menutup kemungkinan orangutan yang dilepasliarkan nangtinya akan kembali terlantar dan keluar dari hutan karena berebut wilayah,"kata Fajar Dewanto, Project Manager Orangutan Foundation International (OFI) Pangkalan Bun kepada Gudang Tutorial melalui ponselnya, kemarin.

Ia melanjutkan habitat primata langka ini semakin terancam akibat berkurangnya luasan hutan secara signifikan beberapa tahun terakhir. Selain alihfungsi lahan untuk perkebunan dan tambang, kebakaran hutan yang terjadi secara periodik ikut menyumbang laju deforestasi di Bumi Tambun Bungai. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya orangutan yang ditemukan terlantar.

Terancam--Dua ekor anak Orangutan Kalimantan sedang bermain di Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kehidupan primata langka ini semakin terancam dengan banyaknya alihfungsi lahan hutan menjadi perkebunan dan tambang.


Saat ini, lanjut dia, terdapat 340 ekor orangutan yang ditampung di Orangutan Care Centre Quarantine (OCCQ) Pasir Panjang Pangkalan Bun. Ditambah lagi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng Palangkaraya kurang lebih 200 ekor. Jumlah ini bisa bertambah seiring menyusutnya habitat orangutan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW II Kalimantan Tengah (Kalteng) di Pangkalan Bun, tahun ini sedikitnya terdapat 25 orangutan yang terlantar.

Sebelumnya, Menurut Direktur Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) Eddy Santoso, pemerintah RI telah berkomitmen untuk meningkatkan jumlah populasi orangutan sebanyak 3% dari populasi yang ada. Artinya, jumlah populasi orangutan harus bertambah 300 ekor dari 33 ribu orangutan yang terdata saat ini. Oleh karena itu, pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng harus mulai memikirkan pembuatan jalur koridor yang menghubungkan antar kawasan hutan. Pasalnya, hutan yang dipecah-pecah tidak akan bisa menopang kehidupan satwa liar di dalamnya termasuk orangutan. "Koridor sangat penting untuk memungkinkan untuk pergerakan satwa dari satu kawasan ke kawasan lain dalam satu lanskap."

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.