Wednesday, November 11, 2009

Sejarah Telepon Seluler

Lars Magnus Ericsson

Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal Hand Phone (HP), ternyata sudah ada dari jaman penjajahan (suwe banget yo Cak?), yaitu kira-kira tahun 1947 di negara Pak Cilik Sam (paman kan pak cilik jadi meski dipanggil pak tetap wae cilik) alias Amerika Serikat dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson (Alm) yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis peralatan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.

Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan frekuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.

Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Perusahaan Motorola-nya (sijine mbuh digoleki ga temu-temu Cak). Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang (Di Indonesia kok baru awal tahun 1990-an yo? Jaman Si Boy pake telpon mobil wae wis nggaya).

Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York.

Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973, Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.


PERUSAHAAN NOKIA


Anda mungkin mengira NOKIA adalah perusahaan yang dibangun untuk tujuan pabrik atau industri seluler. Kita selidiki, kata NOKIA berasal dari nama sebuah komunitas yang tinggal di sungai Emakoski di negar Finlandia Selatan. Sejarah NOKIA ditemukan oleh Fredrik Idestam untuk perusahaan mesin penggilingan bubur kayu (pulp) pada tahun 1865 (Di Indonesia akeh perusahaan pulp, pernah dua perusahaan yang kusinggahi numpang hidup Cak). Kemudian dikembangkan menjadi mesin bubur kayu dan pembuat kertas pada tahun 1920 dan merupakan pabrik pembuat kertas terkemuka di Eropa. Tahun 1950-an Chief Executive Officer (CEO) Björn Westerlund meramalkan, masa depan pertumbuhan beberapa sektor ini (bubur kayu dan kertas) akan terbatas dan sebagai gantinya dibangun sebuah divisi elektronik di pabrik kabel Helsinki (disini udah mulai menjurus ke seluler).

Nokia 6300 All Black yang saat ini saya pakai

Selama 15 tahun Nokia elektronik mengalami masa percobaan dari beragam kesalahan. Akan tetapi, dari semua kesalahan dan percobaan itu, secara bertahap justru terbangun keterampilan substansial dari sekumpulan ahli yang berbakat. Tahun 1970-an Nokia dan pabrik pembuat televisi Salora bergabung untuk mengembangkan telepon genggam (telepon seluler). Dan tahun 1980-an seluruh Salora terintegrasi menjadi Nokia. Pada saat yang sama Nokia memperoleh operasi jaringan telepon dari Perusahaan Telekomunikasi Pemerintah Televa. Namun, tidak semua usaha yang dilakukan Nokia menjadi produsen telepon seluler terkemuka di dunia berjalan sukses. Tahun 1980-an perusahaan ini membeli pabrik televisi Jerman, SEL, tetapi terpaksa meninggalkannya karena tidak berjalan mulus.

Pada awal 1981, Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony (NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di dunia. Karena itu, sepanjang dekade 1980-an NMT diperkenalkan ke sejumlah negara dan mendapat sambutan yang luar biasa. Pada awal 1990-an Nokia sempat krisis, tetapi CEO yang baru, Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan pada telepon seluler dan jaringan telepon. Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan Nokia menjadi nomor satu.

Kini sebanyak 2.100 seri ponsel Nokia mendulang sukses. Target penjualan sebanyak 500 ribu unit berhasil diraih pada 1994. Dengan tenaga kerja sebanyak 54 ribu orang, produk Nokia terjual di 130 negara. Sekarang mungkin setiap orang tahu telepon seluler yang mudah dalam pengoperasiannya adalah NOKIA, karena itulah moto NOKIA.

Anda tahu bahwa dulu negara Finlandia sangat tergantung pada hasil hutannya (kayu), tapi sekarang apa kata Orang Departemen Luar Negeri negara itu (Jyrki Vesikansa): “Dulu kami hidup dari hutan, tetapi saat ini kami dapat menambahkan pada Nokia,”. Apakah Indonesia bisa ? Sayangnya Industri ini di Indonesia tidak dilindungi dengan baik.

Investor banyak mengeluhkan konflik tenurial yang terjadi di konsesi yang diberikan oleh Departemen Kehutanan dalam bentuk HPHTI (Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri). Hampir semua propinsi di Kalimantan terdapat perusahaan HTI. Namun kurang jelas sebabnya, mereka justru banyak didholimi, lahannya banyak konflik dan pemerintah daerah seolah lebih mementingkan sektor lain. Ditambah lagi aliran protes dari LSM (sing nek ditakoni cara mensejahterakan masyarakat dengan hutan wae paling yo jik mumet ora ngerti jawabane Cak) menjadikan Industri Pulp yang harganya paling stabil justru menjadi anak tiri. Semoga ke depan bisa diperbaiki baik oleh Pemda setempat maupun Departemen Kehutanan sebagai pemberi ijin.



4 comments:

  1. kapan ya Indonesia bisa seperti negara Finlandia??

    ReplyDelete
  2. la terus nasibe ericcson yokpo cak? kok iso kalah karo nokia padahal dee sing pertama nemokno ponsel? trus kok iso dadi sony ericcson ki yokpo critane?
    trus yokpo yo cak carane nghubungno antarane ericcson, hp, karo mengelola hutan indonesia yang lestari? hayo kon? :D

    ReplyDelete
  3. Thanks articlenya sangat menarik. baru tahu saya awalnya sejarah HP

    ReplyDelete
  4. @nia: klo orang kehutanan Indonesia dah pada bener @Kebo: wong kehutanan harus mampu memberikan solusi untuk kemakmuran rakyat, bikin kebun gaharu, cendana, aren atau apa aja jangan cuma konservasi basi yang menyengsarakan rakyat. Rakus lahan tapi minim hasilll @Diterima kerja: thank Mas!

    ReplyDelete

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.