Thursday, August 13, 2009

Tips Mahasiswa Untuk Siasati Biaya Hidup

Saya ingin bernostalgia karena masuknya Bulan Agustus 2009 berarti telah sepuluh tahun dari saya masuk kuliah dahulu. Ini hanya trik bagi Penjenengan semua yang saat ini masih menyandang status Mahasiswa dengan predikat paling sengsara di Dunia. Ongkos kiriman kadang telat, mau cari beasiswa IPK-nya kok jongkok banget, mau bekerja part time tidak ada yang menerima, ngamen, loper koran, dan ngojek malah ngrebut rejeki orang yang lebih berhak mendapatkannya.

Nah berikut ini adalah beberapa Tips untuk mahasiswa (khususnya Jogja dan Solo dalam hal ini He..he..he...) untuk mengatasi persoalan biaya hidup tanpa menjual idealisme Sampeyan. Kiblatnya Mbah Karl Marx ya tetap Marxis, Kiblatnya Marhaens ya tetap Marhaenis, Kiblatnya Pancasila ya tetap Pancasilais, yang Kiblatnya Islam tambah zuhud. Ya udah jangan lama-lama, kita mulai saja beberapa langkah berikut ini:


1. Makanlah di Warung Angkringan (biasa disebut warung koboi atau di Solo tenar dengan nama Warung Hik)

Makan di warung seperti harga makanan sangat murah. Asal diri kita bisa mengontrol makan bisa irit. Resep nasi kucing, beberapa gorengan, dan segelas minuman plus sebatang rokok (bagi yang merokok) tidak lebih dari Rp 5000,- sekali makan. Jaman saya dulu malah kurang dari Rp 3000,- weleh2x murah banget to? selain murah warung seperti ini sangat kekeluargaan. Sampai-sampai kita bisa buka rekening, eiit bukan rekening Bank atau semacamnya, melainkan Buku Putih tak berdosa yang berisi daftar hutang kita selama 1 bulan. Enak kan? tentu saja harus kompromi dengan pemilik Warung yang biasanya ada mangkal di kampung-kampung (dimana banyak mahasiswa kos disitu) atau di dekat-dekat kampus. Kalau langganan saya, Warung Angkringan Kang Mardi pas mepet Fakultas Kehutanan UGM. Silahkan mencoba, masakannya uenak karena nasi piringan sekarang. Tetap murah meriah, tapi jangan hutang selain belum kenal, biasanya yang ditunjuk menjadi debt collector-nya saya, lha jadi nggak enak ya to? Nah sebelum dilanjutkan mohon bisa memberi penghasilan pada saya dengan melakukan klik pada iklan-iklan yang ada di blog ini. Oke, dilanjuttttt

2. Minumlah Teh Manis Hangat (atau apa saja yang penting hangat) dan jangan Es Teh atau yang lain.

Minum yang hangat-hangat akan membuat perut terasa lebih kenyang meskipun makan kita sedikit (:-p) ingat juga makan harus pelan. Kita sisipkan teh hangat itu di tengah-tengah kita makan. Pastilah perut kita mengembang dan terasa lebih kenyang.


3. Banyak-banyaklah ikut kegiatan di kampus atau di kampung tampat kos kalian atau bisa juga menjadi voulenteer beberapa LSM yang ada di kota kalian.


Bukan saya menyuruh sibuk dengan menjadi aktivis atau yang lain. Hal ini saya sarankan karena dengan banyak ikut kegiatan, kalian akan mendapat jatah makan hasil rapat, konsumsi panitia, dll. Itulah yang akan mengurangi uang jajan kalian semua. Apalagi yang lagi bokek banget silahkan cari kegiatan yang cocok dan ikutlah di dalamnya demi sesuap nasi. Termasuk acara kenduri di kampung, Yaasinan, dll. Saya bahkan menjadi tim utama Tahlilan kampung tempat kos saya yang home range-nya mulai sepanjang Jl. Kaliurang dan kampung-kampung sekitarnya. Sampai berpikir, "Wah hari ini siapa ya yang mati eh meninggal." Tiap ada satu kematian, maka akan ada tahlilan selama 3 hari berturut-turut, kemudian 7 harinya, 40 harinya, dan pendak (tiap tahunnya). Kala itu tarifnya satu kresek besar berisi "cething plastik" full nasi lauk pauk, sebungkus Gudang Garam dan uang Rp. 50.000,- weleh...weleh....

4. Perbanyak silaturahmi.

Ini tips dari seorang generasi tua, nah kalau tips di atas hubungannya sama orang mati kalau yang ini justru erat kaitannya dengan kelangsungan hidup. Orang bijak bilang dan agama juga mengajarkan bahwa silaturahmi itu mempermudah datangnya rejeki dan memperpanjang usia. Memang benar adanya, apalagi untuk mahasiswa yang kelaparan. Saya sudah membuktikannya sendiri He...he..he... Sering-seringlah main ke tempat teman anda yang kebetulan asli kota tempat anda belajar. Tips ini memang sedikit norak tapi sangat manjur untuk mendapatkan sesuap nasi. Tapi jika tidak ditawari, tinggal jujur saya, “Aku luwe Dab! Ana sego po ra?” (Aku lapar Friend? Ada Nasi nggak?-red) beres kan? Hue...he...he..he…

2 comments:

  1. Walah...2x Sayangku kamu sekarang kan dah nggak kelaperan lagi coz setiap hari aku masakin yang enak-enak he3x I Love U

    ReplyDelete
  2. Ha..ha... Siiiipppppppp boossss

    ReplyDelete

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.