Sunday, November 22, 2015

Sebagus-bagusnya Wadah, Lebih Penting Isinya

Membaca judul di atas, mungkin sedulur-sedulurku semua bertanya-tanya, jane iki opo sih Rek?, saya ini hanya mau menyampaikan apa yang pernah saya dengar soal wadah dan isi. Intinya, wadah dan isi itu memang sama-sama penting, satu sama lain saling terkait.

Jika isinya bagus tapi wadahnya tidak bagus, nilai jualnya juga kurang. Namun lebih parah lagi, jika wadahnya bagus tapi isinya jelek. Ini bisa mengakibatkan orang lain tertipu dan rugi. Nah, pembahasan saya kali ini soal jasad atau fisik kita sebagai wadah dan ruh kita sebagai isinya.

Ingat, semahal-mahalnya wadah, isi tetap menjadi hal yang penting. Isi jika sudah baik maka bakal mempengaruhi wadah. Sehingga orang otomatis akan menyebut isinya daripada wadahnya. Misal, sebuah kotak diisi nasi padang, kalau ditanya teman kita, "Apa itu?" kita tidak menjawab, "Kotak kardus isi nasi padang."




Namun secara reflek kita menyebut, "Nasi Padang." Nah ternyata isi ini bisa menghilangkan eksistensi wadah. Boleh kita wadah kita ini tidak sebagus tidak sebaik yang kita inginkan. Namun jika ruh ini kita perbaiki terus, sesuai dengan petunjuk Allah SWT maka kualitas isi kita bisa mengalahkan wadah kita.

Saat ini, betapa banyak manusia yang mengagungkan wadah ketimbang isi. Wanita cantik tapi gemar maksiat, jauh lebih digandrungi daripada wanita setengah cantik wadahnya tapi shalihah. Apa sebab? karena semakin banyak manusia yang tidak lagi memahami konsep wadah dan isi tadi.

Ingat, semahal-mahalnya garasi wadah mobil, maling tetap suka mencuri isinya (mungkin meh nyolong garasine ga kuat gowo Cak! He3x), maksud saya wadah itu memang harus dirumat, diopeni, didandani, dipakani tapi jangan lupa isinya ruhnya juga harus dirumat, diopeni, didandani, dipakani.

Jangan sampai karena terlalu mengejar wadah, kita justru tertipu. Sebab saat ini banyak wadah yang menipu. Tulisannya biskuit isinya rengginan, tulisannya roti coklat isinya kacang goreng, hal-hal sepele yang ditemui saat lebaran ini sebenarnya juga ada di ranah yang lebih luas. Banyak yang wajahnya cuantik, artis, publik figur, lah jebul dodolan apem.

Lah piye maneh? sudah terlanjur jadi idola bahkan mungkin idolanya anak-anak kita. Sing ngene ki lak bahaya to Cak? Jangan-jangan nanti lama-lama, isine bosok tidak apa-apa asal wadahnya bagus, wis ciloko tenan Cak nek wis ngunu kui...

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.