Sunday, June 2, 2013

OKNUM POLRES LAMANDAU MAIN TEMBAK

Oknum anggota Polres Lamandau diduga melakukan pelanggaran disiplin krn menembak tersangka yang sdh tdk berdaya. Akibat peristiwa itu hampir memicu konflik horizontal di dua desa. 

1>Malam ini akan sy kultwitkan tentang kebrutalan oknum Polres Lamandau, Polda Kalteng yg main tembak pd warga Desa Melata, Kec Mentobi>>

2>Mentobi Raya, Kab Lamandau. Diceritakan seorg Tokoh Masyrkt bernama Yohanes Heru, peristiwa ini berawal dari dugaan pencurian solar cell>>

3>atau pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kantor desa setempat. Pelaku diduga ada 6 org 1 warga Desa Bukit Raya (Trans H-2) sisanya>>

4>Warga Desa Melata. Polres Lamandau lalu menerjunkan tim yg beranggotakan 4 orang utk menjemput para tsk. 1 tsk dijemput di Ds Bukit Raya>>

5>Tsk bernama Ariel, dlm Sprint terdpt 4 anggota yg bertugas namun hny 2 org yg jd pelaksana yakni anggota bernama Agus & Jefri. Ok, lanjut>

6>Kades Bukit Raya Suwito kooperatif menyerahkan warganya yg bernama Ariel, lalu dgn mobil strada milik kades, mrk diajak ke Desa Melata>>

7>utk menjemput 5 tsk lainnya, sampai di Melata, Kades Honorius Toni pun kooperatif & menyerahkan 5 org warganya yg diduga terlibat dlm>>

8>pencurian solar cell tsb. Mrk adlh Ino, Piwin, Kardiansyah, Sakti & Dium. Lalu mrk dibw naik mobil, sampai di tengah jalan, menurut>>

9>penuturan Yohanes Heru menirukan Kades Bukit Raya Suwito yg kala itu jd driver, mrk diturunkan dilakban matanya lalu 4 dr 6 org tsb>>

10>ditembak kaki kanannya. Yakni Ino, Piwin, Kardiansyah & Sakti. Peristiwa ini hampir sj memicu konflik horizontal antara Desa Melata>>

11>dgn desa transmigran Bukit Raya. Warga Melata salah tafsir dikira Kades Suwito yg membawa polisi tsb. Beruntung, kata Yohanes Heru, >>

12>Tokoh masyarakat, Tokoh Agama & Aparat kedua desa termasuk kades bisa mencegah terjadinya konflik. Kades Honorius Toni sgt menyesalkan>>

13>Tindakan oknum aparat Polres Lamandau yg dinilai sungguh di luar batas, pihaknya tdk membela tindakan kriminal yg mrk lakukan, bahkan>>

14>justru kooperatif menyerahkan kpd aparat penegak hukum spy bisa diproses sesuai hukum yg berlaku. Namun yg tjd sungguh di luar dugaan>>

15>oknum polisi tsb justru melakukan penembakan di saat para tsk sdh menyerah & tdk berdaya. Di tambah lg potensi konflik horizontal yg>>

16>hampir sj pecah jk tdk dicegah aparat desa & tokoh masyarakat. Celakanya lagi, mayoritas wartawan di Lamandau seolah Pro Polres akibatx>>

17>warga kesulitan menyuarakan aspirasinya, hny wartawan @PalangkaPost yg berani secara tegas menulis mslh tsb. Yohanes Heru mengatakan>>

18>pihak desa akan melaporkan hal ini ke Kapolda, Komnas HAM & Kapolri. Spy oknum aparat tsb bs mendptkan hukuman setimpal. Hal itu jg>>

19>berlaku bagi Kapolres Lamandau sbg penanggungjwb scr manajerial. Aplg pernyataan Kapolres Lamandau bhw tsk mencoba lari, sehrsnya>>

20>pernyataan ini dikonfrontasi ke Kades Bukit Raya Suwito yg wkt itu melihat lgsg. Hny sj, dgn catatan si Kades tdk diintimidasi.****

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.