Saturday, August 4, 2012

Jelang Lebaran, Pedagang Baju Obral Dagangan


MENJELANG lebaran 1433 H, pedagang baju di Pasar Indrasari, Pangkalan Bun mengobral dagangannya. Hal ini ditempuh sebagai salah satu teknik untuk mendongkrak penjualan.

"Ini salah satu teknik dagang saya. Biar tampak beda,"kata Rifa'i, 40, seorang pedagang kepada Gudang Tutorial, kemarin. Ia melanjutkan dengan mengobral dagangan dengan harga sama, penjualannya meningkat pesat. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, menjelang lebaran terjadi peningkatan permintaan mulai awal bulan puasa. 


Obral--Rifa'i salah seorang pedagang pakaian di Pasar Indrasari menjual dagangannya dengan teknik obral. Metode ini cukup signifikan meningkatkan penjualan. Pedagang tetap mendapatkan keuntungan dengan subsidi silang karena harga baju dipatok per paket

Tahun lalu, ia hanya bisa menjual 100 potong dengan teknik penjualan biasa. Setelah ia mengubah pola dagang dengan teknik obral, kenaikan penjualan cukup signifikan mencapai 300 potong per hari. Ia menetapkan dua jenis harga yakni paket Rp35 ribu dan Rp25 ribu. Jenis baju yang paling laku di pasaran adalah baju muslim anak-anak.

Selain menjual eceran, lanjut dia, tokonya juga merupakan grosir tempat kulakan pedagang baju keliling. Pria asal Kudus ini menyuplai pedagang baju keliling di Lamandau dan Sukamara. Khusus pedagang, ia menerapkan satuan kodi.

Ditemui di tempat yang sama, Muhammad Nurhasan pedagang lainnya, ia mengaku belum mengalami peningkatan penjualan. Meski begitu, ia tidak akan mengikuti cara obral karena stok di tokonya tidak terlalu banyak. "Tempat saya belum mengalami kenaikan penjualan, tapi tidak diobral, yang berani obral ya di sebelah itu. Itu bos soalnya,"katanya sambil tertawa.

0 comments:

Post a Comment

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.