Sunday, November 1, 2009

Kecerdasan Selalu Diwarnai Sedikit Kesintingan


Thomas Alva Edison

Siapa yang tak kenal Thomas Alva Edison, salah seorang penemu terbesar abad lalu. Dalam hidupnya, ia mengantongi 3.000 paten penemuan ilmiah. Lelaki kelahiran Milan, Ohio, AS, 11 Februari 1847 ini tinggal di sebuah rumah besar dengan dikelilingi pagar besi. Para tamu yang akan masuk ke halaman rumahnya harus membuka pintu gerbang besi yang amat berat, dan kemudian menutupnya kembali sampai benar-benar tertutup.


Sebagai ilmu produktif yang banyak membuat penemuan baru, tentu ia banyak dikunjungi tamu. Apalagi ia pernah memiliki pabrik dan laboratorium dengan 300 karyawan. Suatu ketika, seorang teman dekatnya mengeluh pada Edison, betapa ia harus menguras banyak tenaga setiap kali membuka dan menutup gerbang rumah Edison.


Dengan mengedipkan ekor matanya, Edison lalu mengantarkan sang teman naik tangga menuju ruangan menuju ruangan di atap rumahnya. Di sana terdapat alat-alat mekanis rumit yang terdiri atas beberapa pengungkit besi, kerekan, dan pompa-pompa. Sang teman terheran-heran, apa maksudnya tuan rumah mengajakya ke ruang tersebut.


"Engkau pasti tidak tahu,"ujar Edison, "Setiap kali ada orang yang membuka dan menutup pintu gerbang depan, secara otomatis akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan air di rumah ini." Itulah kelebihan seorang Thomas Alva Edison. Benar kata Aristoteles, tidak pernah ada orang yang genius tanpa diwarnai dengan sedikit "kesintingan."

2 comments:

  1. kira2 aku ono gejala sinting ra ndes? hehehee...

    ReplyDelete
  2. Nek Kon iku wis kliwat level sinting jadi malah edan Ndezzz :-) Kyai Ngedan soko Bang-bang wetan...kayak critone kethoprak kae lho...tenang sediluk maneh maqommu munggah jadi wali mengko sabar wae he3x

    ReplyDelete

Chimpanzee Smiling
@kandilsasmita. Powered by Blogger.